Beberapa tips pencegahan virus komputer

Saya tidak akan berbohong dengan mengatakan bahwa ini akan sebentar, jadi kalau Anda benar-benar ingin membaca silakan siapkan cemilan, air putih, coklat, popcorn (emang bioskop) , ama suami, istri, ataupun pacar yang mungkin bisa menyemangati Anda. Hohoho…

Cukup basa basinya!! Menurut saya yang awam musik ini, ada beberapa hal yang layak dicoba untuk mencegah infeksi virus ke komputer kita:

1. Beri suntikan imunisasi

Maksudnya antivirus Bos! Jadi komputer kesayangan Anda bisa melawan dan menyaring virus-virus yang masuk. Antivirus yang bagus apa ya?? Umm… ettoo… saran saya sih, coba ESET deh. Do’I bisa mendeteksi virus-virus yang bahkan ga terdeteksi oleh Kaspersky!! Voila!!

Antivirus yang saya coba baru itu sih… itupun juga buat ngetes my homemade viruses, ketangkep apa nggak ama mereka, hehe! Tenang aja Neng, saya ga tega ngelepas mereka kok!! Ga berbahaya malahan. Mereka semua tenang, patuh, dan baik dengan sesama… haalah D*ditendang*

O iya, ama Norton sih atu lagi… tapi berat Pak!! Kalau RAM-nya beranak-pinak kayak teman saya sih ga papa, yang ketika udah punya RAM 1GB, suatu saat ditanya mau kemana… “mau beli RAM 2 GB”, katanya! Ya tuhan…!!

Akan tetapi, tidak semua orang yang beruntung bisa punya RAM kayak robot gitu kaan?? )Komputer saya, HANA contohnya. Coba kalau diinstall Norton, pasti udah ke surga dia! Oh…!

2. Percaya pada antibodi tubuh sendiri

Sebaik-baiknya antivirus adalah diri sendiri (entah dari mana saya dapat ungkapan yang sok keren ini..) Tapi dalam banyak hal, begitulah adanya. Kalau kita ga ingin tubuh kita sakit, maka pasti kita kan yang harus menjaganya? Bukan orang lain, teman ataupun PACAR… (hiks, kok jadi sedih ya ))

Untuk itu, ya kita harus tau seluk beluk tubuh kita sendiri. Mana bagian yang penting, yang sering sakit? Apa penyebabnya? Bagaimana P3K nya agar tidak semakin parah? Dan lain-lain…

Ehm… tapi begitu juga dengan komputer. Akan lebih baik jika kita tau… yaa, ga usah seluk beluk juga sih, tapi paling tidak pencegahan/ pertolongan pertama yang perlu dilakukan kalau memang bencana itu terjadi.

Tapi saya bodoh dalam hal-hal ginian, Bang ”, kata seorang teman. Ga ada yang namanya bodoh dan pintar Bu’!. Menurut saya, setiap orang bisa melakukan apa saja. Yang membedakan hanyalah proporsi/ seberapa besar perhatian , ketertarikan, dan waktu yang dihabiskannya terhadap hal tersebut. Kalau memang ingin bisa dalam suatu hal, anggaplah hal itu penting dan menyenangkan, lalu sisakan sedikit waktu Anda yang berharga untuk hal tersebut. (Fiuhh!…Kok jadi kayak psikolog gini?). Ah, sutra lah!! Berikut sedikit pengalaman dari saya:

a. Hati-hati dalam memilih site yang dikunjungi

Virus menurut saya ada yang bisa masuk langsung dari internet dan sejenisnya… namun untuk yang satu ini saya cuma bisa ngasih nasihat agar hati-hati dalam memilih/ membuka site. Kalau memang mau buka site yang aneh & macem-macem agak mencurigakan, Anda harus siap menanggung resikonya atau urungkan niat Anda. Atau kalau memang segitu bernafsu badungnya, bukalah di warnet (atau di komputer teman).

Bwaaahahaahaha…

b. Jangan pernah buka flashdisk/ removable disk pada direktori My Computer

Tidak satu jalan ke Mekkah! Begitu juga jalan masuk virus ke komputer kita, bejibun!! Salah satu sumber infeksi virus yang paling banyak, dan nyata menurut survey hidup saya adalah flashdisk, removable disk, external disk, USB, atau apapunlah mereka menyebutnya. Karena memang komputer pada saat pertama kali ga mungkin kenapa2, apalagi komputer yang ga ada sambungan internetnya (kayak dikosan saya…hiks). Sumbernya pastilah input dari luar baik itu internet ataupun fdisk. Tapi kalau memang seandainya komputer Anda rusak & aneh sendiri, padahal rasanya ga pernah diapa2in, maka itu bencana alam namanya. Emang udah sial kayaknya, diluar kuasa kita para manusia, dan silakan dibawa ke Mangga Dua. Bwaahaha… Ah.. maaf. (u_ u ) *ditimpuk*

Selama ini saya perhatikan, banyak virus yang masuk dengan memanfaatkan fitur autoplay Windows. Kalau ada yang belum tau… Mungkin ya, kira-kira suatu fitur yang otomatis menjalankan program tertentu pada saat device baru disambungkan ke komputer kesayangan. Bisa itu fdisk, DVD, harddisk eksternal, dan lain-lain.

Atau kalau yang dimasukkan DVD, biasanya yang langsung dijalankan adalah DVD player (Cyberlink PowerDVD).

Namun, hal di atas sebenarnya tidak berbahaya. Yang berbahaya itu adalah fdisk yang mempunyai script/ kode autorun.inf nya. Biasanya ada dua file asing yang bergentayangan dalam fdisk kita yang berbahaya. Autorun.inf dan file virusnya

Hal2 yang perlu diperhatikan:

· Autorun.inf

File autorun.inf sendiri cuma berperan sebagai kode, jadi bisa dibuka dan dilihat isinya/double klik untuk melihat yang mana sih virusnya (atau bisa juga dengan program semacam notepad atau MsWord), namun akan berbahaya jika aktif karena akan memancing file virus tsb. Kode autorun akan aktif jika Anda :

  • Double klik drive fdisk tsb pada My Computer
  • Klik kanan drive fdisk pada My Computer tsb dan memilih Open
  • Klik kanan drive fdisk pada My Computer tsb dan memilih Explore

Lalu bagaimana masuk ke flashdisk , Pak?”. Kalau ingin aman sih, sebaiknya masuklah dari explorer tree yang ada di sisi kiri :

Namun, misalkan Anda mendelete file autorun.inf (tanpa mendelete virusnya), lalu eject fdisk (untuk menghilangkan efek autoplay) dan Anda masukkan lagi, maka ketiga hal di atas tidak lagi membahayakan. Anda bisa mengklik sepuas hati pada My Computer/Open/Explore walaupun virusnya masih ada. Virus tidak akan aktif karena pemanggilnya (si autorun.inf) udah ga ada, kecuali Anda dengan suka rela dan senang hati mengklik file virusnya) ;)

· Sifat/ attribute file autorun.inf dan file virus

File virus dan autorun biasanya tidak akan terlihat dengan mata telanjang (maaf agak vulgar). Pada Windows ada file-file yang disembunyikan dengan attribut “hidden” (karena sifatnya: cukup penting) dan “hidden+system” (karena sifatnya: penting bgt). Mungkin itulah cara Microsoft untuk mengatakan “Jauhkan dari jangkauan anak-anak”, hehe D

Akan tetapi, si virus dan antek2nya itu dengan merdeka memanfaatkan hal ini. Dia juga ikut2an sembunyi dengan meng-hidden diri mereka sehingga tidak akan terlihat.

“Lalu gimana caranya dong, Tong”? Yaaa… Anda perlu mengakses menu Folder Options untuk menampilkan semua file yang tersembunyi.

Setelah itu, jendela Folder Options akan muncul dengan beberapa Tab [‘General’, ‘View’, ‘File Types’, dll]. Pilih Tab ‘View’ dan scroll ke bawah pada menu “Hidden files and folders” ada beberapa pilihan seperti terlihat pada gambar:

Perhatikan yang saya beri tanda nomor. Yang penting dalam hal ini adalah no 1 dan 3.

Nomor 1 (Show Hidden…) kalau dipilih, berfungsi untuk menampilkan semua file yg bersifat hidden saja. Sedangkan nomor 3 (Hide protected operating…) jangan diceklist agar file system muncul semua (kalau diminta konfirmasi Yes or No, pilih Yes). Jika settingan no 1 dan 3 telah sesuai, file-file aneh yang selama ini tersembunyi akan bermunculan, seperti folder “RECYCLER” di masing2 drive.

No 2 (Hide extension…) berfungsi untuk menampilkan ekstensi file (.txt, .doc, .mp3, dll) untuk mengetahui jenis file sebenarnya, karena ada virus yang berikon word tapi berekstensi/bersifat .exe/ virus.

· File induk virus

Nah, setelah itu kita bisa kembali mengakses fdisk dari explorer tree di sisi kiri untuk melihat isi fdisk kita. Lihat apakah ada file autorun.inf yang samar(yg berarti tersembunyi) dan file2 lain yang mungkin tidak Anda kenali yang berekstensi .exe, .vbs, .com, .bat, .dll. Jika ada, langsung musnahkan dari dunia ini, atau simpan dengan baik jika Anda ingin memeliharanya :))

Perlu diingat bahwa setelah file autorun.inf dan file virusnya telah didelete, maka sifat autoplay/autorun nya masih ada. Namun, Anda boleh melakukan hal2 yang tadinya dilarang (klik pada My Computer, Open, Explore, dsb) untuk melihat efeknya. Tidak berbahaya kok. :). Palingan muncul jendela yang menandakan virusnya udah ga ada :

Jika ingin mengembalikannya seperti normal, cukup eject fdisk Anda, dan masukkan lagi. Karena autorunnya udah ga ada, Insya Allah aman dah.

FIUUHHH…!! Selesai juga akhirnya… Sekian dan terima kasih. Maaf kalau ada kata2 yang salah. Saya akan sangat senang jika tulisan ini bisa bermanfaat.